Minggu, 10 November 2013

TUGAS 2



1) Sebutkan 5 contoh yang tergolong dalam :
   a. unsur/atom
   b. senyawa
   c. campuran homogen
   d. campuran heterogen
   e. bahan murni
        jawab :
a. Unsur / Atom
Contoh : 1. Carbon (C)
2. Besi (Fe)
3. Emas (Au)
4. Aluminium (Al)
5. Helium (He)

b. Senyawa
Contoh :  1. Garam dapur (NaCl)
               2.
Soda kue (NaHCO3)
               3.  Cuka makan (
CH3COOH)
               4. Asam sulfat (H2SO4)
               5. Air (H2O)

c. Campuran homogen
Contoh : 1. larutan gula (gula dengan air)
2. susu dengan teh
3.larutan garam (air dengan garam)
4. kuningan ( seng dengan tembaga)
 5. Air dengan sirup

d. Campuran heterogen
Contoh : 1. pasir dengan semen
2. tanah dengan batu
3. batu kerikil dengan pasir
4. minyak dengan air
5. kopi dengan air

e. Bahan  murni
Contoh : 1. besi
2. air murni
3. Minyak bumi
4. gas alam
5. emas 24 karat
2)Tuliskan tabel komponen jumlah proton, elektron, dan neutron yang dimiliki dari unsur-unsur berikut :
jawab:
Nama unsur
Unsur
Proton
Elektron
Neutron
Karbon
12C6
6
6
6
Kalsium
40Ca20
20
20
20
Besi
55Fe26
26
26
29
Perak
107Ag47
47
47
60
Emas
197Au79
79
79
118

3)Jabarkan senyawa yang mungkin terbentuk dari interaksi dua  unsur berikut :
a. hidrogen & oksigen
b.aluminium & klorida
c. kalsium dan oksigen

     Jawab :

a.    Hidrogen & oksigen
        Jawab :
                 1H1       =  1  
                 16O8     =  2  6
Jadi senyawa yang terbentuk dari interaksi dua unsur H dan O adalah H2O

b.    Aluminium & klorida
       Jawab :
        27Al13  = 2    8      8      3
                35Cl17  = 2       8   7

ü 27Al 13 = p =  13  =  +13
                                    n  =  10  =  -10
                                    e  =  14  =   0
                                                  +3

ü 35Cl17 = p = 17 = +17
                                   n = 18 = -18
                                   e = 18 =  0
                                               -1

Jadi senyawa yang terbentuk dari interaksi dua unsur Al dan Cl adalah AlCl3

c.    Kalsium & oksigen
      Jawab :
                 40Ca20 = 2    8    8    2 
                 16O8    = 2    6
ü 40Ca20 = p =  20  =  +20
                                    n  =  18  =  -18
                                    e  =  20  =   0
                                                         +2
ü 16O8  = p  =  8  = +8
            e  = 10 = -10
          n = 8   = 0
                                                           -2

Jadi senyawa yang terbentuk dari interaksi dua unsur Ca dan O adalah CaO

Rabu, 09 Oktober 2013

tugas 1 kimia analitik



1. Sebutkan masing-masing 1 contoh analisis kualitatif dan analisis kuantitatif pada bidang :
a. Bidang kedokteran
b. Uji kualitas produk
c. Bidang penelitian
d. Analisis bahan bernilai tinggi
jawab :
a. bidang kedokteran
kualitatif: untuk mengetahui apa yang terkandung dalam urine pasien

kuantitatif: mengetahui berapa jumlah epitel yang terdapat dalam urine

b. Uji Kualitas Produk

Kualitatif: komposisi suatu minuman bersoda
Kuantitatif: mengetahui persentase pemanis buatan yang dipakai

c. Bidang penelitian
Kualitatif : penelitian korosi logam
Kuantitatif : menentukan konsentrasi logam yg terlarut ke dlm lingkungan air


d. Analisis bahan bernilai tinggi

Kualitatif : jenis biji tambang dalam bumi
Kuantitatif: kadar uranium dalam suatu bijih tambang.





2. Jelaskan dan berikan contoh dari metode analisis kimia analitik berikut :
a. Gravimetri
b. Volumetri/titrimetri
c. Ekstraksi
d. Kromatografi
e. Elektroanalisis
f. Spektrofotometri
jawab: :

a. Gravimetri
                 
Merupakan analisis berdasarkan reaksi pembentukan endapan dari bahan kimia dalam sampel yang sebanding dengan konsentrasi sampel (penimbangan).

Contoh:
 Analisa Mg. Mg dapat diendapkan sebagai MgNH­4PO­4, yang kemudian dipijarkan dan ditimbang sebagai Mg22O7; kemungkinan lain ialah, mengendapkan sebagai NaMg(UO2)3 (C2H3O)9.6H2O yang tidak dipijarkan, tetapi setelah kering ditimbang dalam bentuk asli tersebut. Bila dibandingkan bentuk kedua endapan maka jelas bahwa yang kedua akan lebih besar volumenya dan lebih berat daripada yang pertama, dihitung persatuan berat Mg dalam analat. Dari 1 gram Mg terbentuk hampir 4,4 g Mg­2P2O7 tetapi terjadi 61,6 g endapan yang kedua. Kalau selama pengendapan, pencucian, pengeringan dan sebagainya ada endapan tercecer atau tertinggal sehingga tidak ikut ditimbang, maka kesalahan yang timbul relatif lebih besar untuk endapan MgNH4PO4




 
      b. Volumetri                  
Analisis berdasarkan pengunaan jumlah mol pereaksi yang sebanding dengan kadar atau konsentrasi analit dalam sampel melalui proses titrasi.

Contoh :
penentuan kadar H2O2 dengan cara mereduksi senyawa tersebut menjadi H2O dan O2 menggunakan katalis MnO2. Kadar H2O2 dalam sampel dapat dihitung dengan mengukur volume gas O2 yang dihasilkan dan menghitung jumlah mol gas tersebut. Dari persamaan reaksinya, maka mol H2O2 yang terurai dapat dihitung. Perhatikan bahwa dalam percobaan ini juga ada pengukuran volume, yakni pengukuran gas O2 yang diperoleh dari hasil peruraian.

c. Ekstraksi                   
        Analisis berdasarkan tingkat kelarutan suatu analit dalam sampel  terhadap pelarut.

Contoh:
       pembuatan ester (essence) untuk bau-bauan dalam pembuatan sirup atau minyak wangi, pengambilan kafein dari daun teh, biji kopi atau biji coklat dan yang dapat dilihat sehari-hari ialah pelarutan komponen-komponen kopi dengan menggunakan air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau digiling.

d. Kromatografi              
Analisis berdasarkan perbedaan daya alir dalam suatu fase diam.
       Contoh: pemeriksaan HIV dengan rapid test.
 e. Elektro Analisis kimia
 merupakan disiplin ilmu yang mengembangkan sistem hubungan antarasifat listrik dengan efek kimia.
    Contoh:
 pemeriksaa kadar gula dengan menggunakan strip test.

f. spektrofotometri     
Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan mengguankan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detector Fototube.
   Contoh:
pemeriksaan dengan alat fotometer